Selasa, 07 Mei 2013

Perkembagan Ilmu Pengetahuan alam (IPA) Menurut Ipa barat dan al-quran


PERKEMBANGAN ILMU BIOLOGI, FISIKA DAN KIMIA MENURUT IPA BARAT
1.      Biologi Di Tinjau Dari IPA Barat
Ada beberapa pendapat berupa hipotesis ataupun teori untuk menjawab asal mula kehidupan dibumi yaitu :
a.       Teori Abiogenesis (Generatio Spontanea)
Sebelum abad ke-17 orang menganggap bahwa makhluk hidup terbentuk secara spontan. Misalnya ulat timbul dengan sendirinya dari bangkai tikus, cacing timbul dengan sendirinya dari lumppur. Faham ini dipelopori oleh Aristoteles.
b.      Cosmozoa
Ada pendapat bahwa makhluk hidup di bumi ini asal mulany adari luar bumi, mungkin dari planet lain. Benda hidup yang dating itu mungkin berbentuk spora yang aktif jatuh ke bumi lalu berkembang biak.
c.       Omne Vivum Ex Ovo
Asal mula kehidupan adalah telur. Ulat pada bangkai tikus berasal dari telur lalat yang meletakan telurnya dengan sengaja disitu. (Fransisco Redi- ahli biologi italia)
d.      Omne Ovo Ex Vivo
Lazzor Spallanzani (1729-1799) dengan percobaannya terhadap kaldu membuktikan bahwa jasad renik atau mikro organism yang mencemari kaldu dapat membusukkan kaldu itu. Bila kaldu di tutup rapat setelah mendidih maka tidak terjadi pembusukan. Ia mengambil kesimpulan bahwa untuk adanya telur ada jasad hidup terlebih dahulu. Maka muncul teorinya yang mengatakan telur itu berasal dari makhluik hidup.
e.       Omne Vivum Ex Vivo
Louis Pasteur (1827-1895) sarjana kimia Prancis melanjutkan percobaan Spallanzani dengan percobaan sebagai mikro organism, tumbuh kehidupan yang baru atau disebut Omne Vivum Ex Vivo (biogenesis) dengan konsep dasar bahwa yang hidup iyu berasql dari yanh hidup juga.
f.       Teori Uray
Hawold Uray (1893) seorang ahli kimia dari AS mengemukakan bahwa atmosfer bumi pada asal mulanya kaya akan gas-gas metana (CH4), Moniak (NH3), Hidrogen (H2) dan Air (H2O). zat-zat itu merupakan unsure-unsur penting yang terdapat dalam tubuh mahlik hidup. Diduga karena adanya energy dari aliran listrik halilintar dan radiasi sinar kosmos unsure-unsur itu mengadakan reaksi kimia membentuk zat-zat hidup.
2.      Fisiska Ditinjau Dari IPA Barat
Aristoteles berpendapat bahwa setiap gerakan selalu memerlukan (gaya) yangbekerja terus-menerus untuk mempertahankan gerakannya. Peluru yang mendorongnya, anggapan ini dipahami aoleh Aristoteles bahwa peluru tersebut menempatkan udara yang berarus kebelakang sehingga memberikan gaya ekstra. Pendapai ini ternyata salah.
Konsep energy ternyata berkembang, setelah diketahui bahwa materi dapat berubah menjadi energy dan begitupula sebaliknya. Konsep inilah yang membuahkan energy nuklir.
Menurut Newton, benda bermasa m mendapat gaya f akan memperoleh percepatan sebesar   a = f/m. Bila gaya f bekerja terus-menerus pada benda tersebut, benda yang bergerak akan semakin besar.
Hokum Newton Hanya berlaku pada mekanika klasik, yaitu mekanika yang bergerak dengan kecepatan rendah. Mekanika klasik harus disempurnakan bila ingin membahas benda atau materi yang bergerak dengan kecepatan mendekati kecepatan cahaya. Mekanika inilah yang disebut mekanika relativistik, yang dipelopori oleh Albert Einstein.
Dalam mekanika relativistik, dinyatakan bahwa massa yang bergerak makin besar bila kecepatan semakin besar. Selain itu massa dan energy merupakan dua hal yang ekuifalen, sama ekuifalennya antara energy dan kalori.
Padda tahun 1923 A. H. Compton mempelajari gejala tumbuhan antara foton dan electron. Dengan cara menumbuhkan bekas gelombang electron magnet yang keluar dari bahan radio aktif pada keeping berlium. Pada arah tertentu, dipasang detector electron dan foton yang dapat diatur agar hanya pasangan foton dan electron yang datang secara serentak yang dapat dideteksi. Percobaan ini menyimpulkan bahwa paket energy gelombang elektro magnetic dapat berfungsi sebagai partikel.
3.      Kimia Ditinjau Dari IPA Barat
Pada akhir abad ke-17, ilmu kimia berkembang sebagai ilmu pengetahuan setelah Antonie Lauzent Lavoisier melalui metode yang dikenal sebagai metode ilmiah, yakni metode dengan pengamatan-pengamatan menghubungkan kenyataan, mengemukakan perkiraan, menguji perkiraan dengan percobaan selanjutnya, dan akhirnya menarik kesimpulan. Dengan hgal ini, Lavoiser menyelidiki secara kuantitatif pembakaran zat-zat seperti besi, timah dan sebagainya. Ternyata hasil pembakaran mempunyai massa lebih besar dari pada zat semula, sedangkan tekanan udara dalam tabung tempat pembakaran itu dilaksanakan menjadi berkurang. Ini berarti ada sesuatu dari udara yang bersenyawa dengan zat yang dibakar. Lavoiser menarik kesimpulan bahwa pembakaran adalah suatu zat diambil dari udara.
Yoseph Pristy, dalam eksperimannya, dengan memusatkan cahaya matahari pada serbuk berwarna merah, sedsngkan volume udara berkurang sebanyak apa yang didapatkan kembali bila serbuk merah itu dipanaskan. Dari pengamatan tersebut Lavoiser mengenal adanya suatu zat yang terdapat dalam udara yang bersenyawa dengan air raksa. Zat tersebut adalah oksigen. Dia menyimpulkan bahwa pembakaran merupakan peristiwa bersenyawa dengan dari udara.
Materi adalah segala sesuatu yang menempati ruang  dan mempunyai berat, mempunyai sifat yang dapat dirasakan panca indra. Batu adalah materi karena memakan ruang, mempunyai berat, dapat dilihat dan diraba. Materi dan energi sangat erat hubungannya. Semua perubahan materi selalu disertai perubahan energi.
Salah satu sifat materi yang sering duigunakan untuk membedakan dan mengenal berbagai macam materi adalah massa jenisnya, yakni massa materi dibagi volume. Pembakaran materi dapat mengubah suatu materi menjadi maetri lain.  Massa kayu bakar dari oksigen yang menyertai pembakaran tersebut adalah sama dengan massa  gas, asap dan abu hasiol pembakaran tersebut. Kenyataan ini dikenal sebagai hukum kekekalan materi untuk hokum kekekalan massa.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar